5 Jenis Sepatu Pria Untuk Tampilan Smart dan Casual

Manfaat menggunakan sepatu di saat saat ini tidak cuma sebagai pelindung dan alas kaki saja, namun juga agar tampak lebih style dan keren yang pada akhirnya akan tingkatkan yakin diri. Bagi orang-orang perkotaan tidak kecuali golongan pria, sepatu sesuai dengan bentuk kegiatannya bersamaan begitu banyak pilihan jenis sepatu pria.

Mulai sejak diketemukannya di sekitaran era ke 7 dan 8 SM, ada sekitaran 70 jenis macam sepatu di semua dunia. Dari demikian banyak jenis sepatu itu, tersebut disini 5 jenis sepatu pria yang dianjurkan untuk penampilan smart dan casual oleh Fashionbeans.

1. Sepatu Kulit Brogue Warna Cokelat (Brown Leather Brogue)

Datang dari Irlandia dan Skotlandia yang pada awalnya yaitu sepatu untuk keadaan tanah basah dan berlumpur atau rawa, saat ini brogue telah jadi sepatu pria yang banyak digunakan. Kata “brogue” sendiri datang dari bhs Inggris di sekitaran era ke-16. Kata itu datang dari bhs Irlandia Kuno “bróg” yang akarnya datang dari bhs Norwegia Kuno yakni “brók” yang bermakna penutup kaki.

Yang unik dari brogue yaitu fleksibilitas dan manfaatnya. Design yang berlubang di bagian atasnya, yang dimaksud “brogueing”, memberi karakter yang tidak sama dari jenis sepatu safety pria yang lain. Agar gampang untuk mencocokan brogue dengan koleksi baju, dianjurkan untuk memilih brogue kulit tradisional berwarna cokelat komplit dengan alas atau sol karetnya.

Bermacam warna brogue coklat dari mulai coklat gelap sampai coklat muda, pas dengan baju warna apa sajakah untuk membuat style smart sampai smart-casual, terlebih warna biru dongker atau navy dan abu-abu. Bagi yang menginginkan berpenampilan tidaklah terlalu resmi, sepatu jenis brown wingtip brogue ideal untuk tampilan itu. Pakai baju button-down warna putih dan celana jeans denim gelap yang digulung ujung-ujung kakinya agar telihat kasual dan nyaman.

Satu diantara yang perlu di perhatikan dari mempunyai koleksi sepatu brogue kulit warna coklat yang mengkilap yaitu perawatannya yang lebih. Berikanlah semir berkualitas seperti TLC yang akan memberi perlindungan optimal.

2. Sepatu Kulit Oxford Warna Hitam (Black Leather Oxford)
Bagi yang hanya mengetahui sepatu pria untuk acara resmi atau dimaksud pantofel dan sepatu pria untuk aktivitas kasual atau sneakers saja pasti agak sedikit bingung membedakan pada sepatu Oxford dan Derby. Ketidaksamaan keduanya ada di bagian quarter atau tempat di mana lubang tali ada dan eyelet. Quarter pada sepatu Oxford tak terpisah dengan vamp, dua bagian itu yaitu satu kesatuan. Disamping itu pada Derby, quarter dan vamp terpisah hingga menyebabkan bagian quarter menonjol diluar. Eyelet pada Oxford umumnya hanya berbentuk lubang umum saja, sesaat pada Derby mempunyai plat pada lubang kancingnya.

Sepatu Oxford nampak pertama kalinya di Skotlandia dan Irlandia yang umumnya dimaksud Barmorals. Sepatu ini lalu mencapai popularitas di Kampus Oxford pada th. 1800 sampai pada akhirnya peroleh sebutan yang sama juga dengan nama kampus itu.

Memiliki bentuk yang simpel dan permukaannya yang mulus membuat sepatu Oxford adalah sepatu harus jika menginginkan berpenampilan classic dan resmi. Sesaat banyak macam dengan design classic di saat saat ini, dianjurkan beberapa pria memilih sepatu kulit jenis Oxford berwarna hitam dengan cap toe sebagai koleksi harus. Sepatu safety online jenis ini dinilai begitu prima untuk lengkapi tampilan resmi dari mulai tuxedo untuk peluang pesta sampai tampilan rapi untuk wawancara pekerjaan yang penting.

Pantas diingat kalau sepatu resmi hitam bisa lebih cepat kehilangan warnanya dari pada beberapa warna jelas, oleh karenanya janganlah lupa untuk kerap menyemirnya agar tak cepat sirna. Tiap-tiap empat atau enam bln. sekali, berilah sepatu Oxford conditioner yang kaya sebelumnya menyemirnya agar bisa perpanjang usianya.

3. Sepatu Suede Loafer

Sepatu loafer juga dikenal dengan nama slip-on atau slipper dengan konstruksi mocassin. Awalannya jenis sepatu ini di desain atas pesanan Raja George VI sebagai sepatu tempat tinggal, di buat oleh Raymond Lewis Wildsmith dengan nama “Wildsmith Loafer”. Namun lalu meluas dan mempunyai bermacam macam. Puncaknya sepatu ini mencapai ketenaran dimuka th. 1960an dan diketemukan digunakan oleh musisi Miles Kane sampai Pangeran Charles.

Di desain tanpa ada tali dan menawan, loafer adalah sepatu yang mudah dan serba manfaat dengan style yang di pengaruhi oleh kerajaan dan pemberontakan mulai sejak pertengahan era ke-19. Seperti sepatu brogue, loafer begitu pas dengan style smart dan smart-casual.

Untuk pilihan bahan dan warna, dianjurkan loafer yang terbuat berbahan suede yg tidak berat dan berwarna beige, coklat muda, atau sawo masak. Sepatu ini sesuai sama digunakan di musim panas atau kemarau, dan pas dipakai dengan baju button-down dan celana chino, celana memiliki bahan linen, atau katun enteng. Sepatu ini dapat pas digunakan tanpa ada kaus kaki dan membawa sentuhan kontinental yang hangat.

Janganlah menggunakan sepatu ini di musim hujan karena akan membuat rusak dan kehilangan unsur bulunya. Jika terlanjur digunakan ketika hujan, selekasnya keringkan dengan cara alami, isi sepatu dengan koran, dan jauhkan dari radiator atau api segera.

4. Sepatu Kulit Low Top Trainer Warna Putih

Sneaker tak terlepas dari beberapa pria, dan mungkin sepatu jenis ini yaitu yang paling popular. Jika pintar memadu padankan baju dan sneaker, maka akan selesai dengan style yang keren, apabila tak pintar maka akan berlangsung ketidakcocokan suara pada baju dan sepatu.

Awalannya sneaker bernama ‘plimsoll’ di th. 1870an yang lalu meluas dan digunakan untuk melancong saat berlibur dan beberapa olahragawan terlebih tenis dan croquet. Plimsoll lalu alami pengembangan dan perbaikan sampai diciptakannya sepatu lari. Sepatu berolahraga lalu memperoleh tempat di Amerika Serikat dan memperoleh sebutan ‘sneaker’ di era ke-20.

Pernah terpuruk di pojok kamar, atau bahkan juga tas untuk ke gym, sneaker di sebagian musim paling akhir pernah naik daun akibatnya karena timbulnya peralatan berolahraga elegan. Sebagian selebritis dunia juga ikut mempopulerkan penggunaan sneaker, baik itu di sehari-harinya mereka ataupun di karpet merah saat menghadiri acara-acara besar. Salah nya ialah Kanye West yang membuat sneaker bekerja bersama dengan Louis Vuitton, dan lalu Adidas.

Satu diantara sneaker yang dianjurkan dipunyai oleh beberapa pria yaitu sneaker jenis low top trainer yang terbuat dari kulit dan berwarna putih. Sneaker yang terbuat dari kulit lebih gampang dibikin bersih dari pada sneaker berbahan kain dan busa, diluar itu warna putih terkecuali berkesan cerah dapat juga masuk kemana sajakah. Sepatu ini bisa dipadukan padankan dengan t-shirt dan jeans untuk penampilan streetwear, atau mungkin dengan blazer dan celana panjang untuk penampilan smart.

5. Sepatu Boot Kulit Bertali

Sepatu pria jenis boot bukan sekedar punya beberapa koboy dan beberapa hiker saja karena saat ini boot di ciptakan dengan bermacam macam bentuk dan bisa menaikkan tingkat kekerenan seorang. Sepatu boot nyatanya sudah digunakan manusia sekitaran th. 1000 SM. Satu diantara jenis boot yakni ankle boot, boot yang menutupi sampai mata kaki, yang terbuat dari kulit halus masuk ke Tiongkok, India, dan Rusia sekitaran th. 1200 sampai 1500 oleh beberapa pasukan Mongol.

Satu diantara jenis boot yang dianjurkan dipunyai oleh pria yaitu sepatu boot yang tidaklah terlalu panjang dan tidaklah terlalu pendek, dan bertali agar tak kehilangan kesan classic. Sepatu boot yang ideal yakni sepatu boot dengan 8 gunakan lubang tali. Sepatu ini pas digunakan saat hari kerja ataupun saat weekend dibarengi dengan t-shirt dan jeans.

Jika telah terasa nyaman dengan sepatu boot bertali, koleksi dapat ditambah dengan suede desert boot (untuk kesan smart-casual dan hangat), brogue boot kulit (untuk tampilan lebih resmi), atau hiking boot (untuk kesan praktis dan trendi). Janganlah lupa untuk memakai pelindung kulit sebelumnya menggunakannya pertama kalinya agar terlindung dari air, minyak, dan lumpur. Untuk bersihkan kotoran yang melekat, pakai air hangat, kain bersih, dan sikat yang lembut, lantas keringkan.

Sesungguhnya tak ada ketentuan mutlak untuk satu koleksi sepatu yang prima. Dasarnya yaitu cocokkan koleksi sepatu dengan baju yang dipunyai dan aktivitas yang dikunjungi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s